Hikmah Di Balik Perintah Nabi Untuk Berjalan Tanpa Alas Kaki
03.19
Dan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan oleh
kantor berita Jerman menjelaskan bahwa berjalan tanpa sepatu (telanjang
kaki) dalam bentuk piknik, megobati kaki sakit. Dan bahkan hal tersebut
sangat mendesak untuk menjaga kesehatan kaki dan bentuk alaminya. Hal
itu, karena sepatu menyebabkan adanya tekanan pada sisi-sisi kaki dan
dengan demikian menghambat pergerakan darah di dalam pembuluh darah.
Oleh karena itu para dokter menyarankan pasien untuk melakukan olahraga
berjalan tanpa alas kaki, karena jenis olahraga ini mengaktifkan
pusat-pusat (titik-titik) vital di bawah kaki, yang mana hal itu
menyebabkan adanya rangsangan sirkulasi darah dan pengobatan varises.
Berjalan tanpa alas kaki membantu anak-anak untuk
mengobati cacat (kelainan) pada kaki dan penyakit kaki datar (Flat
Feet/Pet Planus), memberikan vitalitas tambahan bagi tubuh, dan
meningkatkan kemampuan untuk bekerja serta meningkatkan tingkat energi
dalam tubuh. Dan ia juga bisa mengobati arthritis (radang
sendi/rematik). Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 terbukti
bahwa anak-anak yang memakai sepatu secara terus-menerus kemungkinannya
untuk terkena penyakit kaki rata meningkat tiga kali lipat, dan
terbukti juga bahwa sepatu yang ketat dapat menyebabkan Bowlegs (kaki O)
untuk anak-anak.
Dan Subhanallahu (Mahasuci Allah)! Pada setiap
penemuan ilmiah, pasti kita akan mendapatkan bahwa sinyal-sinyal Qur’ani
atau Nabawi telah menunjukkannya. Nabishallallahu ‘alaihi wasallam
telah mewasiatkan kepada para Shahabat beliau radhiyallahu ‘anhum agar
mempraktekkan jalan kaki seperti ini (tanpa alas kaki). Dan telah
diriwayatkan dari Fadhalah bin ‘Ubaid bahwasanya dia berkata:
(كان النبي صلى الله عليه وسلم يأمرنا أن نحتفي أحياناً) (رواه أحمد)
"Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
memerintahkan kami agar berjalan tanpa alas kaki kadang-kadang." (Musnad
Imam Ahmad dengan sanad yang shahih menurut Syaikh al-Albani dan
Syau’aib al-Arna’uth rahimahumallah)
Dan hadits yang semakna dengan hadits ini banyak. Wallahu A’lam
Dan adapun sinyal (isyarat) dari al-Qur’an adalah apa
yang disebutkan dalam kisah Musa ‘alaihissalam ketika sampai di tempat
suci (untuk menerima wahyu), AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman:
(فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى) [طه: 12]
"…Maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa." (QS. Thaahaa: 12)
Bukan sesuatu yang tersembunyi lagi bagi setiap
orang, bahwa kita kaum Muslimin senantiasa mempraktekkan ini "olahraga"
ini ketika kita masuk ke masjid, yang mana seorang mukmin memasuki
masjid dengan bertelanjang kaki, lima kali sehari. Dan seandainya kita
hitung total jarak yang ditempuh oleh seorang muslim setiap hari di
dalam masjid (terutama jika masjidnya besar), itu sudah cukup untuk
mendapatkan manfaat dari olahraga ini.
(Sumber: فوائد طبية للمشي حافي القدمين dari http://www.kaheel7.com/ar/index.php/2010-02-02-22-17-58/627-2012-12-13-23-45-05. diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)
0 komentar: